Risiko Memilih KPR Tenor Panjang dalam Pembelian Apartemen Jakarta Pusat




 
foto hanya ilustrasi
Bertahan hidup di Jakarta Pusat bukan hal yang mudah. Tetapi bukan pula hal yang sulit. Tergantung masing-masing individunya. Jadi saat Anda ingin membeli apartemen Jakarta Pusat sistem KPR/kredit, pertimbangkan juga pandang-pendeknya tenor yang akan Anda ambil. Tenor pendek bisa menguntungkan karena minim bunga dan cepat lunas. Tapi beban biaya kredit lebih tinggi.
Beruntungnya, sekarang batasan panjang tenor atau jangka waktu pelunasan tidak hanya 20 atau 25 tahun. Inilah alasan mengapa banyak orang mengambil KPR setiap pembelian apartemen. Tenor maksimal saat ini bisa sampai 30 tahun. Tapi sekali lagi, sebelum Anda menjatuhkan tenor, lebih baik pertimbangkan dari segi kelebuhan dan kekurangannya. Apa saja kelebihan memilih tenor jangka panjang?

1.                  Besaran DP Lebih Terjangkau
DP atau Down Payment selalu menjadi syarat saat seseorang akan membeli apartemen sistem KPR. Meski sudah wacana DP 0% pada masa pemerintahan gubernur baru (Anies Baswedan dan Sandiaga Uno), tapi Anda perlu memperhatikan ini dulu. Sebab, masa jabatan mereka baru dimulai setelah jabatan gubernur pengganti Ahok—Djarot—usai.
Jadi, ini khusus untuk Anda yang ingin membeli apartemen tetapi enggan menunggu gubernur baru dilantik. Jika Anda memilih tenor jangka panjang, maka pihak bank tidak akan mengambil risiko penimpaan beban bunga yang besar. Inilah kenapa tenor jangka panjang cenderung memiliki bunga bulanan dan DP yang rendah.

2.                  Memudahkan Manajemen Keuangan
Bagi seorang yang punya penghasilan tetap, memilih tenor panjang jadi pilihan utama. Siapa mereka? Umumnya, mereka yang punya penghasilan tetap berprofesi sebagai PNS atau pekerja di perusahaan. Seperti guru, misalnya. Dengan mengambil tenor jangka panjang, maka manajemen keuangan akan lebih mudah.
Orang yang sudah berkeluarga, kebutuhan sehari-hari pastinya lebih banyak. Beda dengan yang masih bujangan. Untuk bujangan yang tinggal di Jakarta Pusat, bertahan seharian penuh mungkin tidak akan habis biaya 50 ribu. Nah, beruntung sekali sudah ada tenor sampai 30 tahun. Meski hanya sedikit uang yang disisihkan setiap hari, sudah cukup untuk menutupi biaya bulanan KPR.

3.                  Bunga Per Bulan Jauh Lebih Rendah
Masih berhubungan dengan poin pertama dan kedua. Kalau Anda mengambil tenor jangka panjang, maka otomatis beban bunga lebih kecil. Tahukah Anda? Pihak bank selalu punya cara untuk memudahkan para nasabah dalam peminjaman. Mereka hanya ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan aturan baru ini.

Dalam bidang penyedia jasa maupun barang serta hal di luar itu selalu ada sisi positif maupun negatif. Ada kelebihan, maka ada pula kekurangan. Ternyata tenor jangka panjang saat Anda membeli rumah sistem KPR tidak selalu berjalan mulus. Di antara keuntungan yang menggiurkan, ada pula celah yang harus Anda antisipasi dengan baik. Jangan sampai kerugian seperti ini terjadi pada Anda.

1.                  Ciclan Bulanan Macet
Ada beberapa sebab mengapa cicilan KPR bisa macet. Namun pada umumnya, pada tenor panjang disebabkan oleh kejadian tak disangka yang dialami. Misalnya seperti kasus PHK. Mengingat kebanyakan para karyawan di setiap perusahaan menganut sistem kerja kontrak. Maka, saat kontrak habis, Anda buru-buru cari pengganti kerja yang setara, atau kurang sedikit.
Tinggal di apartemen Jakarta Pusat itu tidak mudah. Namun semua hal ada solusinya. Kalau saat ini Anda masih bekerja dalam naungan sistem kontrak, maka akan jauh lebih baik Anda memiliki profesi sampingan. Minimal yang bisa dikerjakan paruh waktu. Misalnya dengan jadi freelancer, kalau Anda punya softskill tertentu. Jadi, upah hasil freelance itu untuk memenuhi biaya KPR.

2.                  Jiwa Terbebani Tuntutan Utang
Utang memang menjadi hal yang lumrah di masa sekarang. Namun, yang namanya utang kadang masih saja membelenggu. Tidak semua orang berpikiran kreatif. Jadi, kebanyakan orang menggantungkan hidupnya sebagai karyawan saja. Mereka kurang mengantisipasi kejadian-kejadian tertentu.
Banyak pula yang kurang bisa mengontrol belanja uang per hari. Akibatnya, beban biaya KPR jadi lebih terasa. Siapa yang akan bahagia dengan keadaan jiwa terbebani seperti itu?

3.                  Jumlah Bunga Terasa Besar
Mungkin betul. Biaya bunga untuk tenor jangka panjang relatif kecil per bulan. Tetapi kalau dihitung-hitung, sebenarnya tidak kecil-kecil amat. Justru bisa jadi lebih besar daripada yang ambil tenor jangka pendek. Coba saja hitung bunga per bulannya berapa. Lalu dikalikan dengan jumlah bulan dalam 30 tahun. Besar, tidak?

Untuk itulah, saat Anda memutuskan untuk menetap dengan membeli apartemen Jakarta Pusat, maka harus selalu sedia payung sebelum hujan. Artinya, selalu siap dalam kemungkinan apa pun yang akan terjadi. Pikirkan terus bagaimana Anda mendapat pekerjaan alternatif selain pekerjaan utama. Dengan begitu, beban biaya KPR dalam jangka waktu panjang tidak akan begitu berarti.

Komentar

Postingan Populer